<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indologin.Web</title>
	<atom:link href="http://indologin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indologin.wordpress.com</link>
	<description>Indonesian Retail Blog &#38; Comunication For Indonesian People In The World</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2008 14:47:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indologin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indologin.Web</title>
		<link>http://indologin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indologin.wordpress.com/osd.xml" title="Indologin.Web" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indologin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Loss Prevention Departemen</title>
		<link>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/loss-prevention-departemen/</link>
		<comments>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/loss-prevention-departemen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 14:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indologin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[New]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Referensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indologin.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Istilah Loss Prevention belum banyak dikenal oleh kita di Indonesia. Istilah ini berawal dari sebuah ide dan keinginan penemunya untuk bagaimana mencegah kerugian pada sebuah unit usaha atau bisnis. Loss Prevention sendiri baru populer sekitar tahun 1990-an ketika sebuah perusahaan ritel terkemuka asal Amerika melakukan ekspansi ke Indonesia. Loss Prevention adalah sebuah departemen atau bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=39&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;">Istilah Loss Prevention belum banyak dikenal oleh kita di Indonesia. Istilah ini berawal dari sebuah ide dan keinginan penemunya untuk bagaimana mencegah kerugian pada sebuah unit usaha atau bisnis. Loss Prevention sendiri baru populer sekitar tahun 1990-an ketika sebuah perusahaan ritel terkemuka asal Amerika melakukan ekspansi ke Indonesia. </span><span id="more-39"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;">Loss Prevention adalah sebuah departemen atau bagian dari sebuah unit usaha yang berkoordinasi langsung ke bagian Risk Mnagement di kantor pusat perusahaan. Pada saat itu sekilas sosok petugas seorang Loss Prevention lebih mirip security bagi kita kebanyakan bila melihatnya. Itu dikarenakan seorang personil Loss Prevention menggunakan seragam safari. Seperti yang digunakan oleh petugas-petugas pengamanan di bandara atau hotel. Tetapi pada praktek tugasnya seorang petugas Loss Prevention atau disingkat LP bukan hanya sekedar melakukan tindakan pengamanan, akan tetapi menyentuh juga aspek keselamatan dan customer service karena pada dasarnya seorang personil LP dituntut untuk dapat mencegah sebuah resiko yang mungkin terjadi akibat praktek-praktek kerja yang terdapat pada sebuah perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;"><span> </span>Pada tahun-Tahun sekarang, pekerjaan sebagai petugas Loss Prevention bukan lagi sebuah pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Itu karena pekerjaan sebagai petugas Loss Prevention sudah menjadi sebuah pekerjaan yang harus dilandasi sikap profesionalisme. Kita tahu sendiri kalau di tempat asalnya di Amerika sana, setiap pekerjaan dituntut untuk dapat profesional. Pada prakteknya seorang personil LP haruslah memiliki integritas yang tinggi dan harus ditunjang dengan kemampuan menganalisa yang baik. Itu dikarenakan mereka bertugas untuk bagaimana mencegah sebuah kerugian yang sewaktu-wktu dapat terjadi kepada sebuah unit bisnis tempat dia bertugas. Di indonesia sendiri departemen Loss Prevention di sebuah perusahaan lebih banyak digunakan pada unit-unit usaha ritel yang mana proses bisnis yang terjadi di sana memiliki timgkat kerawanan terhadap bahaya kerugian. Kegiatan mulai dari proses receiving sampai kepada proses penjualan memliki alur yang panjang sampai dengan barang ke tangan customer. Banyak faktor-faktor yang harus di perhatikan oleh seorang petugas LP pada tugas-tugas dia. Bagaimana kerugian itu dapat terjadi dan apa yang bisa menyebabkan kerugian itu terjadi adalah sebagian kecil tugas-tugas seorang personil LP. Mengawasi jalannya proses bisnis haruslah memahami proses bisnis itu sendiri. Kelebihan itulah yang mutlak harus dimiliki oleh seorang petugas Loss Prevention. Mereka harus tahu faktor-faktor yang bisa menimbulkan kerugian. Mulai dari penanganan barang sampai dengan pengawasan terhadap berbagai kepentingan pribadi dari setiap karyawan yang bekerja di perusahaan. Maka dari itu kenapa mereka harus memiliki integritas yang tinggi, agar tugas-tugas mereka dapat di jalankan dengan penuh tanggungjawab dan objektif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;"><span> </span>Kepentingan-kepentingan yang berasal dari seluruh karyawan perusahaan haruslah tidak melanggar peraturan perusahaan. Dan tugas seorang LP lah untuk memastikan seluruh peraturan perusahaan dijalankan dengan benar. Mulai dari tingka top management sampai kepada level staff. Bagaimanapun, seorang LP hanya manusia biasa. Berjalannya tugas-tugas mereka dengan baik, tidak terlepas dari peran aktif dari seluruh elemen yang terdapat pada setiap unit bisnis. Setiap orang haruslah berpikir bagaimana perusahaan ini dapat maju demi kesejahtraan bersama. Dan salah satunya adalah mencegah kerugian yang bisa terjadi bersama-sama dengan petugas Loss Prevention perusahaan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indologin.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indologin.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=39&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/loss-prevention-departemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaca6aeed2ee895fb9557e1b56ba6d18?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">indologin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pencapaian target</title>
		<link>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/pencapaian-target/</link>
		<comments>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/pencapaian-target/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 14:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indologin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indologin.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pencapaian sebuah target harus dibarengi dengan sebuah konsep yang matang. Bagaimana mengelola semua potensi yang ada, dan melihat kelemahan sebagai sebuah evaluasi kedalam buat kita. Banyak planing kadang kita lihat dari segi kendala dan halangan yang kelak akan menimpa. Tapi sebenarnya potensi berhasil juga selalu ada pada setiap usaha. Tinggal bagaimana kita agar peluang keberhasilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=42&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;">Pencapaian sebuah target harus dibarengi dengan sebuah konsep yang<span> </span>matang. Bagaimana mengelola semua potensi yang ada, dan melihat kelemahan sebagai sebuah evaluasi kedalam buat kita. Banyak planing kadang kita lihat dari segi kendala dan halangan yang kelak akan menimpa.</span><span id="more-42"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;"> Tapi sebenarnya potensi berhasil juga selalu ada pada setiap usaha. Tinggal bagaimana kita agar peluang keberhasilan itu selalu ada. Bahkan kalau memungkinkan kita ciptakan peluang sebanyak mungkin dan selalu optimis bahwa dari sekian banyak peluang itu nantinya akan menjadi goal untuk kemenangan kita. Faktor-faktor penghalang harus kita lihat dari sisi bagaimana penghalang itu kita jadikan sebagai kawan untuk maju. Caranya, dengan mengenali unsur-unsur terkecil penghalang itu kemudian memisahkannya dari unsur terbesar sehingga penghalang itu bisa melebur dan bukan lagi menjadi halangan berarti buat kita. Kedepan apabila kita menemukan hal yang sama, tentunya akan lebih mudah lagi dalam mengatisipasi. Dan poin penting yang kita dapat adalah pengetahuan kita semakin bertambah mengenai bagaimana penangan sebuah masalah.</span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;"><span> </span>Konsep yang ada, juga tidak boleh terkesan kaku dan pasif. Karena ibaratnya konsep yang dibuat harus mengakomodir situasi yang sedang di hadapi. Karena pada dasarnya konsep dibuat selalu bertujuan untuk perbaikan atau peningkatan hasil yang ada sekarang sehingga konsep itu haruslah bersifat aktif dan progresif jadi bisa mewakili kondisi sekarang. Target yang dituju tidak selamanya sesuai dengan perencanaan semula, dari situlah kadang kita perlu memperbaharui konsep yang terdahulu sehingga target sebelumnya bisa tercapai untuk periode selanjutnya. Pengembangan sumber daya manusia juga merupakan bagian terpenting dari pembuatan sebuah konsep. Yang mana, kepada mereka konsep tersebut bergantung. Ini di dasarkan pada sejauh mana mereka memahami konsep yang anda buat dan kemampuan mereka untuk menerapkan konsep tersebut. Dengan pengelolaan sumber daya manusia yang baik maka akan memudahkan kita untuk menerapkan konsep yang ada. Mereka akan dengan mudah memahami setiap instruksi-instruksi yang terdapat pada konsep yang kita buat. Serta tujuan apa yang hendak kita capai. Jadi disini berbicara tentang misi dan visi yan sedang kita sampaikan kepada mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Batang;"><span> </span>Diperlukan juga sikap proaktif akan situasi yang berkembang. Sehingga akan membuat kita terlatih untuk menghadapi situasi-situasi yang tidak kondusif dengan konsep yang kita buat dan jalankan, sehingga kedepannya melahirkan ide-ide yang lebih sejalan dengan kondisi saat itu. Kita butuh proses untuk mencapai target, sehingga kesan yang terburu-buru dari sebuah usaha akan melahirkan banyak kegagalan yang tentunya akan sulit juga bagi kita dalam melakukan evaluasi. Dan yang ada hanya alasan yang karena terburu-buru. Sesungguhnya, proses itu melatih kita untuk bersabar buka menunggu, berpikir dengan bertindak. Maka hasil yang dicapai pun bisa memuaskan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indologin.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indologin.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=42&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indologin.wordpress.com/2008/10/09/pencapaian-target/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaca6aeed2ee895fb9557e1b56ba6d18?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">indologin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Credit Card Untuk Rakyat Miskin . . .</title>
		<link>http://indologin.wordpress.com/2008/10/08/credit-card-untuk-rakyat-miskin/</link>
		<comments>http://indologin.wordpress.com/2008/10/08/credit-card-untuk-rakyat-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 12:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indologin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indologin.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Di jaman dewasa ini, begitu banyak tawaran media pembayaran yang masyarakat bisa nikmati. Mulai dari belanja menggunakan uang cash, kartu debet/ATM sampai menggunakan kartu kredit. Khusus untuk masyarakat Indonesia yang katanya sedang menuju menjadi negara maju. Penggunaan Kartu Kredit kurang bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat golongan menengah ke bawah. Pasalnya, syarat untuk mengurus pembuatan kartu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=20&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><a href="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020603.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-31" title="gedung BI" src="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020603.jpg?w=128&#038;h=95" alt="" width="128" height="95" /></a><span style="font-size:10pt;">Di jaman dewasa ini, begitu banyak tawaran media pembayaran yang masyarakat bisa nikmati. Mulai dari belanja menggunakan uang cash, kartu debet/ATM sampai menggunakan kartu kredit. Khusus untuk masyarakat Indonesia yang katanya sedang menuju menjadi negara maju. Penggunaan Kartu Kredit kurang bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat golongan menengah ke bawah. Pasalnya, syarat untuk mengurus pembuatan kartu kredit, sangat rumit dan sepertinya memang dikhususkan bagi mereka yang berkantong tebal. </span><span id="more-20"></span><span style="font-size:10pt;">Lembaga keuangan yang mengurusi pembuatan kartu kredit memang tidak mau mengambil resiko besar dengan menggampangkan setiap oarang yang mau memiliki kartu kredit apalagi bagi mereka yang tidak memiliki sumber pendapatan yang jelas. Sedangkan yang berpenghasilan tetap saja masih harus lolos seleksi administrasi, yaitu untuk minimum pendapatan yang ia miliki dalam sebulannya. Padahal sebenarnya jika pemerintah mau bercermin pada hal ini, fasilitas kartu kredit bisa dijadikan salah satu cara untuk menanggulangi kemiskinan &amp; membantu mereka yang membutuhkan biaya untuk membuka usaha kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Mungkin sebagian menganggap ide saya konyol!! Tapi baca dulu selanjutnya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dibanding pemerintah memberi uang melalui program BLT, yang mana masyarakat harus mengantri untuk pengambilan + potong sana + potong sini. Malah membuat masyarakat tambah sengsara &amp; mendidik masyarakat kita untuk selalu berpangku tangan terhadap pemerintah. Padahal pemerintah kita sendiri pusing memikirkan subsidi yang sangat tinggi terhadap rakyat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Lantas apa bedanya dengan fasilitas yang dibuat oleh Bank atau program yang dilakukan Kementrian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah?? Jawabannya: Jelas beda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Coba saja anda ke bank melayangkan permohonan pemimjaman uang, pasti anda diminta memberikan jaminan yang besar. Mulai surat-surat kendaraan sampai dengan sertifikat rumah menjadi jaminan agar permohonan peminjaman anda dikabulkan. Sedangkan program pemerintah melalui kementriannya belum mengena ke seluruh lapisan masyarakat seantero Indonesia. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Kartu kredit untuk rakyat miskin polanya seperti ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Pemerintah menerbitkan kartu kredit untuk mereka yang masuk dalam daftar orang miskin menurut pemerintah. Atau mereka yang berhak mendapat BLT. Kartu tersebut di terbitkan dengan limit tarulah Rp.500.000,-. Kemudian dibuat sebuah aturan yang mengharuskan setiap pemilik kartu mengelola kredit limit tersebut agar bisa menghasilkan income buat si pemilik kartu. Barang siapa yang bisa menghasilkan uang sejumlah tertentu, tarulah Rp.300.000,- dalam jangka waktu tertentu misalnya 3 bulan. Dan itu langsung disetor ke pengelola kartu kredit. Akan dibebaskan dari dari bunga Plus ia mempunyai saldo uang pribadi Rp.300.000,- + Kredit Rp.500.000,- Atau jika memungkinkan uang Rp.300.000,- tersebut tidak dapat diambil sampai berakhirnya masa keanggotaan si pemilik kartu. Jadi pemerintah juga mengedukasikan masyarakat untuk menabung. Dan hanya limit kredit Rp.500.000 yang dapat digunakan kembali<span> </span>untuk digunakan dalam membangun usahanya. Keuntungannya buat pengelola adalah ketika si pemilik kartu hendak berhenti dari keanggotaan, saldo terakhir tinggal dipotong biaya administrasi jika dibebankan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Pertanyaannya kemudian, tapi apabila kreditnya macet?? Jawabannya: Apa bedanya, jika pemerintah memberikan uang tunai sebesar Rp.300.000,- kepada rakyat!! Toh pemerintah juga tidak pernah mengawasi penggunaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika ada yang menyalahgunakan dalam penggunaan kartu kredit tersebut?? Jawabannya: Kartu tersebut dibatasi penggunaannya hanya untuk barang tertentu, seperti: 9 bahan pokok dan barang yang terlebih dahulu sudah di daftarkan si pemilik kartu ketika pengajuan pembuatan kartu. Jadi selain 9 bahan pokok tersebut pemilik kartu hanya bisa membeli barang untuk digunakan sebagai modal usaha. Jika mau ganti jenis barang, ya tinggal pengajuan saja..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Kartu kredit untuk rakyat miskin selain “memaksa” masyarakat kita untuk menabung juga memacu mereka untuk berusaha mencari pendapatan dari limit kredit tersebut. Dan tentunya menjadi pembelajaran teknologi buat mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;">Semoga tulisan ini bisa memacu kreatifitas pemerintah negara saya, agar lebih kreatif membangun rakyatnya menuju ke negara maju. Amin Ya Allah.. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indologin.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indologin.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=20&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indologin.wordpress.com/2008/10/08/credit-card-untuk-rakyat-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaca6aeed2ee895fb9557e1b56ba6d18?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">indologin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020603.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">gedung BI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alternatif Belanja Masyarakat Jakarta</title>
		<link>http://indologin.wordpress.com/2008/08/09/alternatif-belanja-masyarakat-jakarta/</link>
		<comments>http://indologin.wordpress.com/2008/08/09/alternatif-belanja-masyarakat-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 04:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indologin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Belanja]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indologin.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Konsep hypermarket merupakan sebuah alternatif untuk mengatasi menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari krisis ekonomi. Karena dengan konsep ini hypermarket menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan supermarket ataupun minimarket. Hal ini membuat para ritel hypermarket saling bersaing dalam menjaring konsumen agar mau berbelanja di tempatnya. Karya akhir ini memiliki tiga tujuan utama yaitu mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=18&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020403.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-35" title="s63020403" src="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020403.jpg?w=128&#038;h=95" alt="" width="128" height="95" /></a><span lang="sv-SE">Konsep hypermarket merupakan sebuah alternatif untuk mengatasi menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari krisis ekonomi. Karena dengan konsep ini hypermarket menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan supermarket ataupun minimarket. Hal ini membuat para ritel hypermarket saling bersaing dalam menjaring konsumen agar mau berbelanja di tempatnya. Karya akhir ini memiliki tiga tujuan utama yaitu mengetahui top of mind dari konsumen terhadap setiap hypermarket yang ada di Jakarta, mengetahui dan menganalisis perilaku konsumen terhadap setiap hypermarket yang ada di Jakarta, serta mengetahui atribut-atribut yang dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan konsumsi akan kebutuhannya pada hypermarket tersebut. Studi karya akhir ini menggunakan dua pendekatan yaitu penelitian eksploratori dan penelitian deskriptif. </span><span id="more-18"></span><span lang="sv-SE">Penelitian eksploratori dilakukan untuk mengetahui atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen pada setiap kunjungannya untuk berbelanja pada salah satu hypermarket tersebut sedangkan penelitian deskriptif dalam bentuk kuesioner ditujukan untuk mendapatkan informasi data primer mengenai perilaku konsumen hypermarket. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua orang yang berbelanja pada retail hypermarket yang dimaksud (Alfa, Carrefour, dan Makro) yang berdomisili di Jakarta. Hasil penelitian pada karya akhir ini menunjukkan bahwa dari sisi awareness, Makro menempati posisi pertama untuk Top of mind awareness diikuti oleh Carrefour. Sedangkan peringkat pertama untuk pengujian unaided awareness ditempati oleh Carrefour. Dalam pengujian aided awareness, lebih dari 90% responden dari total 150 responden memiliki awareness terhadap 3 nama hypermarket yaitu Carrefour , Makro dan Alfa. Dari sisi perilaku konsumen menunjukkan bahwa perilaku responden saat berbelanja di hypermarket cukup bervariasi. Pertama, setiap responden pernah melakukan pembelanjaan pada lebih dari satu hypermarket dengan alasan bahwa lokasi dari hypermarket mudah dicapai, harga relatif murah produk yang dijual lengkap, kemudahan dalam mencari barang, kenyamanan berbelanja, kualitas barang baik, parkir luas dan aman serta kebersihan yang terjaga. Kedua, sebagian besar responden sering melakukan pembelanjaan rutin pada hypermarket tersebut dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan usaha. Dengan rata-rata lama waktu yang paling banyak digunakan konsumen adalah satu jam. Dan hari yang paling sering digunakan sebagai waktu untuk berbelanja adalah pada saat akhir pekan bersama –sama dengan keluarga. Ketiga, kategori produk yang paling banyak dibeli pada hypermarket adalah kategori produk toiletries, diikuti dengan beras / tepung / gula, sayur / buah serta peralatan rumah tangga dan perlengkapan dapur / bumbu. Keempat, sebagian besar responden dalam berbelanja selalu membuat daftar belanja terlebih dahulu sehingga lebih terencana. Dari importance analysis menunjukkan bahwa yang menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh responden dalam memilih dan membeli barang kebutuhan di hypermarket pada umumnya adalah kualitas produk dan harga. Dan dari hasil perhitungan melalui analisis faktor, terdapat 4 dimensi yang harus diperhatikan bagi masing-masing ritel swalayan hypermarket yaitu produk, harga, fasilitas dan promosi. Temuan ini memberikan beberapa implikasi bagi pihak manajemen ritel terutama bagi manajemen ritel hypermarket bahwa awareness konsumen dapat terus ditingkatkan dengan menambah event promosi serta terus meningkatkan eksposure ritelnya melalui media cetak dan elektronik. Implikasi lain bagi pihak manajemen dari masing-masing hypermarket adalah sebaiknya terus meningkatkan performancenya baik melalui fasilitas yang dimilikinya maupun suasana tokonya</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indologin.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indologin.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indologin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indologin.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indologin.wordpress.com&amp;blog=4330215&amp;post=18&amp;subd=indologin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indologin.wordpress.com/2008/08/09/alternatif-belanja-masyarakat-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaca6aeed2ee895fb9557e1b56ba6d18?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">indologin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indologin.files.wordpress.com/2008/10/s63020403.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">s63020403</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
