Loss Prevention Departemen

Istilah Loss Prevention belum banyak dikenal oleh kita di Indonesia. Istilah ini berawal dari sebuah ide dan keinginan penemunya untuk bagaimana mencegah kerugian pada sebuah unit usaha atau bisnis. Loss Prevention sendiri baru populer sekitar tahun 1990-an ketika sebuah perusahaan ritel terkemuka asal Amerika melakukan ekspansi ke Indonesia. Loss Prevention adalah sebuah departemen atau bagian dari sebuah unit usaha yang berkoordinasi langsung ke bagian Risk Mnagement di kantor pusat perusahaan. Pada saat itu sekilas sosok petugas seorang Loss Prevention lebih mirip security bagi kita kebanyakan bila melihatnya. Itu dikarenakan seorang personil Loss Prevention menggunakan seragam safari. Seperti yang digunakan oleh petugas-petugas pengamanan di bandara atau hotel. Tetapi pada praktek tugasnya seorang petugas Loss Prevention atau disingkat LP bukan hanya sekedar melakukan tindakan pengamanan, akan tetapi menyentuh juga aspek keselamatan dan customer service karena pada dasarnya seorang personil LP dituntut untuk dapat mencegah sebuah resiko yang mungkin terjadi akibat praktek-praktek kerja yang terdapat pada sebuah perusahaan.

Pada tahun-Tahun sekarang, pekerjaan sebagai petugas Loss Prevention bukan lagi sebuah pekerjaan yang dipandang sebelah mata. Itu karena pekerjaan sebagai petugas Loss Prevention sudah menjadi sebuah pekerjaan yang harus dilandasi sikap profesionalisme. Kita tahu sendiri kalau di tempat asalnya di Amerika sana, setiap pekerjaan dituntut untuk dapat profesional. Pada prakteknya seorang personil LP haruslah memiliki integritas yang tinggi dan harus ditunjang dengan kemampuan menganalisa yang baik. Itu dikarenakan mereka bertugas untuk bagaimana mencegah sebuah kerugian yang sewaktu-wktu dapat terjadi kepada sebuah unit bisnis tempat dia bertugas. Di indonesia sendiri departemen Loss Prevention di sebuah perusahaan lebih banyak digunakan pada unit-unit usaha ritel yang mana proses bisnis yang terjadi di sana memiliki timgkat kerawanan terhadap bahaya kerugian. Kegiatan mulai dari proses receiving sampai kepada proses penjualan memliki alur yang panjang sampai dengan barang ke tangan customer. Banyak faktor-faktor yang harus di perhatikan oleh seorang petugas LP pada tugas-tugas dia. Bagaimana kerugian itu dapat terjadi dan apa yang bisa menyebabkan kerugian itu terjadi adalah sebagian kecil tugas-tugas seorang personil LP. Mengawasi jalannya proses bisnis haruslah memahami proses bisnis itu sendiri. Kelebihan itulah yang mutlak harus dimiliki oleh seorang petugas Loss Prevention. Mereka harus tahu faktor-faktor yang bisa menimbulkan kerugian. Mulai dari penanganan barang sampai dengan pengawasan terhadap berbagai kepentingan pribadi dari setiap karyawan yang bekerja di perusahaan. Maka dari itu kenapa mereka harus memiliki integritas yang tinggi, agar tugas-tugas mereka dapat di jalankan dengan penuh tanggungjawab dan objektif.

Kepentingan-kepentingan yang berasal dari seluruh karyawan perusahaan haruslah tidak melanggar peraturan perusahaan. Dan tugas seorang LP lah untuk memastikan seluruh peraturan perusahaan dijalankan dengan benar. Mulai dari tingka top management sampai kepada level staff. Bagaimanapun, seorang LP hanya manusia biasa. Berjalannya tugas-tugas mereka dengan baik, tidak terlepas dari peran aktif dari seluruh elemen yang terdapat pada setiap unit bisnis. Setiap orang haruslah berpikir bagaimana perusahaan ini dapat maju demi kesejahtraan bersama. Dan salah satunya adalah mencegah kerugian yang bisa terjadi bersama-sama dengan petugas Loss Prevention perusahaan.

Tinggalkan Balasan